Trader Forex
Servis elektronik Jambi
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Tom Baldwin

Tom Baldwin adalah tokoh legendaris dalam sejarah Dewan Perdagangan Chicago. Sebelumnya ia adalah seorang manajer produk di sebuah perusahaan pengepakan daging, ia mengumpulkan $20.000 dan menyewa kursi di bursa pada tahun 1982. Ia memulai dengan berdagang satu lot, namun dengan cepat memantapkan dirinya sebagai anggota komunitas lantai perdagangan yang sangat kompetitif dan sukses.

Ketika AS mengalami inflasi yang tinggi pada awal tahun 1980an, Baldwin memanfaatkan peningkatan popularitas kontrak Obligasi Negara yang relatif baru. Meskipun dia menghindari publisitas, dia dihormati di industri karena “perasaannya” yang luar biasa terhadap arah pergerakan pasar. Pada puncaknya, ia adalah satu-satunya pedagang individu terbesar di lubang obligasi Treasury, yang merupakan pasar berjangka terbesar di dunia. Kesuksesannya sebagai investor lokal dalam lubang obligasi Treasury menunjukkan keberhasilan industri berjangka dalam menyediakan likuiditas yang diperlukan bagi institusi besar dan pihak lain untuk mengambil sisi lain dari perdagangan mereka. 

Baldwin saat ini menjabat presiden Baldwin Commodities Corporation, sebuah perusahaan perdagangan berjangka Obligasi Negara, dan mengelola dana lindung nilai.

Gaya Perdagangan Tom Baldwin – 
Prestasi perdagangan Baldwin yang luar biasa menjadikannya kandidat wawancara yang ideal untuk buku ini. Namun, saya tidak berharap komentarnya berhubungan dengan diri saya sendiri atau trader off-the-floor lainnya. Lagi pula, apa yang bisa dikatakan oleh seorang floor trader, yang jangka waktunya diukur dalam menit dan detik, relevan bagi trader yang memegang posisi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan?

Yang mengejutkan saya, wawancara tersebut menghasilkan beberapa wawasan yang relevan. Mungkin poin terpenting yang dibuat oleh Baldwin adalah penekanannya untuk tidak memandang perdagangan dari segi uang. Baginya, uang hanyalah alat untuk mencatat skor. Sebaliknya, sebagian besar trader cenderung memikirkan keuntungan dan kerugian dalam kaitannya dengan implikasi moneternya—kerangka berpikir yang hanya menghalangi pengambilan keputusan trading.

Misalnya, asumsikan Anda awalnya berencana mengambil risiko hingga $5.000 dalam sebuah perdagangan, dan segera mendapati diri Anda turun sebesar $2.000. Jika, pada titik ini, Anda mulai memikirkan perdagangan dalam bentuk uang (misalnya, “tambahan $3.000 dapat membayar liburan saya”), Anda mungkin akan melikuidasi posisi tersebut, meskipun Anda masih percaya pada perdagangan tersebut. Keluar karena Anda tidak lagi menyukai posisi tersebut adalah satu hal, namun melikuidasi secara impulsif adalah hal yang berbeda karena Anda telah menerjemahkan risiko ke dalam istilah yang nyata.

Hal menarik lainnya yang dikemukakan oleh Baldwin adalah hal yang tidak lazim: 
Jangan terlalu tergesa-gesa keluar dari perdagangan yang merugi sebaliknya, tunggu dan pilih waktu Anda. Nasihat ini tampaknya tidak sesuai dengan sebagian besar nasihat perdagangan. Lagi pula, bukankah salah satu prinsip dasar kesuksesan trading adalah memotong kerugian Anda dengan cepat? 

Namun, menurut saya pernyataan Baldwin tidak bertentangan dengan aturan. Saya percaya dia mengatakan bahwa sering kali waktu terburuk untuk melakukan penyelamatan (bail out) dari suatu posisi adalah saat terjadi pergerakan harga yang kejam terhadap Anda. Maksud Baldwin adalah dengan menahan rasa sakitnya sedikit lebih lama, Anda mungkin bisa menemukan keadaan yang lebih menguntungkan untuk melakukan likuidasi. Tentu saja, filosofi ini hanya boleh diterapkan oleh trader yang disiplin: mereka yang memiliki kemampuan mempertahankan strategi pengendalian risiko.






Trader dunia terkenal


Siapa Saja 10 Trader Terkaya di Dunia?

Hary Suwanda


Teknikal Analisis John Murphy



Aturan Trading Teknikal Ala John Murphy
10 Aturan Teknikal Analisis John Murphy
Oleh : Hendy MylorForex
Aturan Trading Teknikal - Untuk anda para trader yang menfokuskan diri pada teknikal analisis (Forex) untuk megambil keputusan transaksi,dipastikan mengenal sosok John Murphy. Untuk anda yang belum mengenalnya, John Murphy adalah penulis, kolumnis serta pembicara tentang analisa teknikal.

Sepuluh Aturan dalam teknikal trading - adalah kumpulan rekomendasi yang paling sering diberikan oleh John Murphy kepada orang-orang yang baru dalam dunia teknikal analisis. Susunan aturan ini didasarkan pada pertanyaan dan komentar yang diterimanya selama bertahun-tahun setelah berbicara kepada berbagai jenis peserta. Jika anda bingung bagaimana cara menggunakan teknikal analisis dalam praktek anda, saran ini mungkin dapat membantu anda.

Kemana pasar akan bergerak? Seberapa jauh harga naik atau turun akan terus berlangsung? dan kapan dia akan berbalik arah? Inilah pondasi dasar yang menjadi perhatian utama oleh para analis teknikal. Di balik grafik dan rumus matematika (indicator) yang digunakan analis, mengidentifikasi trend adalah hal yang paling utama dalam teknikal analisis sampai saat ini.

10 hukum dasar teknikal trading ini dirangkum dan dikembangkan oleh john Murphy berdasarkan pengalamannya selama 30 tahun selama menjadi analis maupun pembicara. Aturan ini dirancang untuk membantu para pemula memahami secara garis besar (inti) dari teknikal analisis dan merampingkan metodologi trading untuk para analis yang lebih berpengalaman.

John Murphy lebih mengutamakan arah pergerakan harga ataupun trend ketimbang mencari tahu alasan kenapa trend itu terjadi. Jadi untuk anda yang menerapkan teknikal analisis untuk bertarung dalam market, pola pikir dan sudut pandang John Murphy akan sangat membantu anda.

1. Memetakan Trend

trend_range
trend_range

Pelajarilah Chart Jangka Panjang. Mulailah menganalisa chart dengan Timeframe Monthly dan Weekly yang mencakup data beberapa tahun. Peta Market skala besar (Timeframe besar) lebih mudah digunakan untuk menentukan perpektif pasar jangka panjang. Ini berguna untuk menemukan tanda-tanda trend pergerakan harga saat ini. jika trend jangka panjang sudah anda temukan, selanjutnya lihatlah arah pergerakan harga pada timeframe yang lebih pendek, yaitu daily chart. Perspektif chart jangka pendek biasanya dapat menipu anda (false signal). Anda sebaiknya menggunakan trend jangka menengah maupun jangka panjang sebagai acuan utama. Walaupun anda melakukan trading jangka pendek, atau bahkan sangat pendek, Akan Lebih anda membuka posisi sesuai arah trend jangka menengah maupun jangka panjang.

2. Temukan arah trend dan ikutilah trend tersebut.

Inforex News
Inforex News

Tentukan arah trend dan ikutilah arah trend. trend pasar terdiri dalam berbagai ukuran - jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Pertama-tama tentukanlah pilihan anda untuk melakukan trading (long,medium, atau short) dan gunakanlah grafik (timeframe) yang sesuai dengan pilihan anda. Selanjutnya anda hanya perlu memastikan diri anda bertransaksi searah dengan trend. ambilah posisi buy jika trend up, dan sell saat trend down. Jika anda memilih untuk trading pada trend menengah, gunakanlah chart daily dan chart weekly. Jika anda memilih menjadi intraday trader, gunakanlah minimal chart daily dan chart dengan timeframe di bawahnya. Akan tetapi anda lebih baik menentukan trend jangka panjang dan mengambil posisi pada timeframe yang lebih kecil.

3. Temukan Level Harga Tertinggi dan Terendah. (support dan Resistance)

Carilah level support dan resistance. Tempat terbaik untuk mengambil posisi buy adalah saat harga berada dekat dengan level support terakhir. Dan begitu juga sebaliknya, tempat terbaik untuk mengambil posisi sell adalah saat harga berada dekat dengan level resistance terakhir. Jika level resistance telah ditembus oleh harga, maka selanjtunya support terakhir yang digunakan adalah level resistance tersebut. Begitu juga berlaku saat level support tertembus oleh harga. Maka level support itu menjadi level resistance terakhir yang digunakan di masa depan. Dengan kata lain. High (level resistance) yang lama telah menjadi new low (level support).

4. Seberapa jauh harga akan bergerak dan berbalik

retracement
retracement

Ukurlah persentasi retracement atau koreksi. Retracement atau koreksi di dalam pasar yang sedang naik atau turun biasanya ditinjau dari trend pasar sebelumnya. Anda dapat mengukur koreksi dalam trend yang ada dalam presentasi sederhana. Retracement 50% (dari trend) adalah angka yang paling umum. Namun John Murphy menjelaskan bahwa sebuah Retracement minimum biasanya adalah sepertiga dari trend sebelumnya, dan retracement maksimum biasanya adalah dua pertiga. Dalam angka Fibonacci, Murphy menyarankan angak 39% dan 61.8% layak untuk ditunggu.

5. Tariklah garis pada level penting

Menggambar Trendline adalah salah satu alat charting paling sederhana dan paling efektif. Yang anda butuhkan hanyalah dua titik support, maupun resistance dalam chart. Pada trend up garis ditarik pada dua titik low price berturut-turut yang sedang menaik / meninggi. Sebaliknya pada trend down. Garis ditarik pada dua titik high price yang menurun / semakin rendah. Harga akan sering menguji level-level garis tersebut jika sedang melanjutkan trend. dan jika garis ini ditembus oleh harga, itu merupakan tanda-tanda perubahan trend. sebuah garis trend yang valid harus disentuh setidaknya tiga kali. Semakin lama garis trend itu valid dan diuji, maka garis itu semakin penting.

6. Ikuti garis moving average (harga rata-rata)

6A
6A

Moving average adalah garis yang terdiri dari hasil perhitungan harga rata-rata dalam chart anda. Moving average menyediakan tanda-tanda untuk melakukan buy dan sell secara objektif. Indikator ini memberikan informasi kepada anda jika trend masih bergerak rally sekaligus membantu anda mengetahui tanda-tanda konfirmasi saat trend berbalik arah. mungkin moving average tidak memberikan sinyal kepada anda secara cepat, namun dua moving average adalah cara paling populer untuk mendapatkan sinyal perdagangan. Beberapa trader mungkin menggunakan kombinasi 4 dan 9 MA. 9 dan 18 serta 5 dan 20 dalam chart daily. Sinyal diberikan saat MA yang lebih pendek melintasi MA yang lebih panjang. Ini bekerja baik dalam pasar yang sedang trend.

Pelajari Mengenai Moving Average

  • 1. Indikator Simple Moving Average
  • 2. Teknik Chariot Moving Average

7. Pelajarilah tanda-tanda pembalikan arah.

9191-Overbought-&-Oversold-Conditions-for-MCD
9191-Overbought-&-Oversold-Conditions-for-MCD

Gunakanlah Oscillator untuk membantu mengidentifikasi apakah pasar sudah overbought atau oversold. Jika sebelumnya MA memberikan konfirmasi tentang pembalikan atau kelanjutan trend, oscillator sering membantu anda secara khusus untuk mengetahui pasar akan melanjutkan trend atau akan berbalik arah. Oscillator paling populer adalah RSI dan Stochastic Oscilator. Dua indikator ini terdiri dari data 0 sampai 100. Dengan RSI, saat garis melebihi angka 70 memberikan informasi overbought, dan dibawah nilai 30 berarti oversold. Nilai overbought dan oversold pada stochastic adalah 80 dan 20. Pada umumnya para trader menggunakan jangka waktu 14 hari ataupun 14 minggu. Dan pada stochastic, mereka menggunakan 9 hari ataupun 14 hari. Selain titik jenuh, oscillator juga menyediakan divergensi yang memperingatkan arah tujuan pasar. Oscillator sangat bekerja baik pada pasar sideway. Sinyal pada chart mingguan dapat digunakan pada sinyal harian. Sinyal harian dapat memberikan filter untuk chart intraday h4 maupun h1.

8. Mengetahui tanda-tanda perubahan trend

MACD
MACD

Perdagangan indikator MACD. Moving Average Convergence Divergence (MACD) indikator (yang dikembangkan oleh Gerald Appel) menggabungkan sistem moving average yang crossover dengan / elemen oversold overbought dari oscillator. sinyal buy ditunjukkan ketika garis Slow MA (MA 12) menyilang ke atas atas garis Fast MA (MA 26) dan kedua berada di bawah nol. sinyal sell terjadi ketika garis Slow MA menyilang ke bawah garis Fast MA dari atas garis nol. Diprioritaskan sinyal dmingguan daripada sinyal harian. Histogram memiliki plot yang sedikit berbeda dari sinyal garis ma. Divergensi histogram dapat memberikan sinyal yang lebih awal, namun tetap dikonfirmasi oleh MA. perubahan trend juga dapat dilihat dengan divergensi histogram MACD dengan pergerakan harga.

9. Trend atau Bukan Trend

xao_dms_adx
Gunakan indikator ADX. The Average Directional Movement Index (ADX) adalah indicator yang digunakan untuk menentukan apakah pasar berada dalam fase trend atau fase sideway. Untuk mengukur tingkat kecenderungan atau kekuatan trend pasar. Saat garis ADX naik berarti menunjukkan adanya penguatan trend. Sebuah garis ADX yang turun menunjukkan adanya pelemahan trend. Dengan memplot arah garis ADX, trader dapat menentukan trading style dan memilih seperangkat indikator yang paling cocok untuk keadaan pasar saat ini.

10. Mengetahui sinyal konfimasi

canvol-2-fdxexam
Janganlah abaikan volume. Volume adalah indiKator yang sangat penting untuk mengkonfirmasi transaksi. Hal yang terpenting adalah memastikan volume sinkron dengan arah trend yang berlaku. Semakin besar volume berarti semakin kuat trend yang sedang terjadi. Penurunan volume menandakan bahwa trend tersebut hampir selesai atau pelemahan trend sedang terjadi. (sayangnya volume dalam instrument Forex sangat terbatas kevalidan datanya. Volume sangat berperan dalam pasar saham)

Nasehat John Murphy sendiri. 
Teknikal analisis adalah skill yang berkembang dari pengalaman dan belajar. Tetaplah menjadi murid dan terus belajar.

Tonton Vidio : https://youtu.be/Hh1_kkCE04U

Strategi Trading Dari George Soros

Ilmu Trading Dari George Soros 
Untuk Trader Pemula

Sebagai trader tersohor di dunia, tentunya George Soros memiliki begitu banyak pengalaman dan ilmu trading yang bisa dibagikan kepada para trader pemula. Apa sajakah itu?

Ilmu trading yang sudah banyak diterapkan oleh para trader profesional dan terbukti membuahkan hasil bisa menjadi penyemangat bagi kamu untuk turut mengikuti jejak kesuksesan mereka. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan ilmu trading yang digunakan oleh kebanyakan trader profesional membutuhkan waktu untuk dipelajari dan dipraktikkan secara konsisten. Hal ini berlaku untuk segala strategi trading seperti scalping, swing trading, dan lain sebagainya.

Cara pandang trader pemula yang menganggap bahwa strategi trading tidak memerlukan pengetahuan khusus tidaklah benar. Untuk bisa memaksimalkan potensi profit dari strategi trading yang kamu terapkan, perlu adanya pengetahuan yang mendalam dan banyak latihan. Lalu bagaimana dengan trader profesional sekelas George Soros?


Sosok yang pernah melakukan aksi jual Poundsterling dan berhasil membukukan laba sebesar $1 miliar ini juga memiliki strategi yang tentunya telah ia pahami luar dalam dan sempurnakan selama bertahun-tahun. Meski tak diungkap ke publik sepenuhnya, strategi Soros diketahui berfokus pada spekulasi jangka pendek yang menitikberatkan pada analisa makroekonomi secara global.

Terlalu berat untuk kamu yang masih pemula? Jangan putus asa dulu, karena setidaknya ada beberapa prinsip George Soros yang bisa kamu jadikan sebagai ilmu trading:

1. Akurasi Analisa Tidak Menjamin Profitabilitas Trading

"Yang penting bukan soal Anda benar atau salah, tapi berapa banyak yang bisa dihasilkan jika (Anda) benar dan berapa besar kerugiannya saat (Anda) salah."

Menentukan rasio untung rugi merupakan salah satu anjuran trading dari George Soros. Sebagai trader, kamu harus mengupayakan agar keuntungan yang diperoleh selalu lebih besar dari jumlah kerugian. Sekalipun kemenanganmu lebih sedikit daripada kekalahan, trading akan tetap sukses jika rasio profitnya lebih tinggi daripada loss-nya.


2. Ikuti Arus Trend Jika Ingin Bertahan Di Pasar

"Kita akan lebih sering mengalami loss saat melawan trend. Hanya pada saat-saat tertentu saja cara itu mendatangkan keuntungan."

Melalui ungkapan bijak di atas, Geroge Soros mengajari para trader pemula untuk lebih memprioritaskan trading searah dengan trend ketimbang mengantisipasi pembalikannya. Jikapun merasa lebih cocok dengan strategi reversal, maka kamu bisa mengupayakan untuk meminimalisir kerugian sebaik mungkin. Selain itu, selalu konfirmasi sinyal sebaik mungkin sebelum mengambil keputusan entry dan exit. Jangan menerapkan strategi yang belum kamu uji di akun demo, karena bisa mendatangkan kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.


3. Manajemen Risiko Adalah Kunci
"Inti dari pendekatan saya adalah bahwa berbagai peristiwa (di pasar) tidak bisa diprediksi dengan pasti."

Dalam hal trading, pergerakan harga memang begitu fluktuatif sehingga kamu tidak bisa sepenuhnya mempercayai analisa yang bersifat prediksi, apalagi perkiraan dari trader lain. Untuk mengatasi risiko dari gejolak pasar yang dikarenakan peristiwa-peristiwa tak terduga di pasar, atur manajemen risiko sebaik mungkin dengan menentukan batas kerugian dan target keuntungan yang realistis.


(Baca juga: )

4. Jauhkan Emosi Dari Aktivitas Trading
"Jika investasi adalah kegiatan menghibur dan Anda bersenang-senang (dalam melakukannya), kemungkinan Anda (sedang) tidak menghasilkan keuntungan. Investasi yang baik adalah yang membosankan."

Perlu diketahui, trading adalah kegiatan layaknya bisnis yang memiliki pasang surut dari segi penghasilan. Namun, mungkin banyak trader pemula yang secara agresif mengincar profit besar dalam waktu cepat dan membuat adrenalin mereka terpacu. Umumnya, pada momen tersebut mereka sudah tidak bisa berpikir jernih lagi dan mempertaruhkan uang dalam jumlah banyak meski peluang kemenangannya kecil.


Untuk menghindari hal tersebut, seorang trader sebaiknya menghadapi pasar dengan kepala dingin. Menyoroti peluang entry dan menentukan keputusan-keputusan penting lainnya dalam trading membutuhkan cara pikir yang rasional agar tidak terjebak oleh euforia ataupun ketakutan pasar yang bisa mendatangkan kerugian besar. Karenanya, belajarlah mematangkan psikologi trading jika ingin menjadi trader yang profitable.

Itulah 4 ilmu trading untuk trader pemula yang bisa kamu terapkan. Merujuk pada pelajaran kedua tentang arus trend, kamu bisa mengenali sinyal trading sesuai arah trend dengan berbagai metode, di mana salah satunya adalah metode analisa dengan indikator MACD. Pelajari seluk-beluknya di artikel "Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya".
Artikel terkait

Trik Paul Rotter


Paul rotter adalah seorang trader profesional yang sukses dalam dunia trading
Paul Rotter dimulai ketika ia bersama Kinski (salah satu teman dekatnya) membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar $526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit $6,5 juta.. Pada tahun 2003, suatu broker di London mencatat bahwa salah satu customer nya telah membukukan volume trading yang paling tinggi selama 8 tahun berturut-turut. Adalah Paul Rotter seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata sebesar 3 juta setiap bulan dan berhasil membukukan 65 – 78 juta dollar setiap tahunnya.

Bagaimana sih ia bisa sukses seperti itu? Ternyata dia selalu menerapkan pemikiran dasar seperti yang dilakukan oleh trader lain. Bedanya ada dalam mindset fikiran. Kita trading sebetulnya bisa sukses kalau ada orang yang mengajarkan kita menjadi sukses. Setuju? Paull Rotter bisa menghasilkan begitu banyak keuntungan karena ia memiliki partner atau guru, atau tokoh inspiratifnya yang secara tidak langsung memberikan contoh trading.

Waktu Paull Rotter bekerja di salah satu Bank Japan, ia bertemu dengan salah seorang chief trader di bank tersebut yang selalu membuat keuntungan konsisten. Karena trader tersebut bisa membukukan profitnya setiap bulan dan setiap tahunnya, akhirnya Paull Rotter belajar dengannya. Nah, berarti Paull bukan belajar sendiri, ia tetap belajar dari gurunya di Bank Japan tersebut.

Ia juga mengutarakan selalu melihat fundamental, rilis news, rumor yang beredar sebelum “market open”. Jadi market open sekitar pukul 04.00 WIB hari Senin. Berarti ada 2 hari waktu libur, dan ia menggunakannya untuk mengamati, mempelajari jadwal-jadwal penting mengenai news yang beredar. Setelah ia tahu ada hal penting tersebut, mulailah mengumpulkan informasi level-level penting di market. Biasanya akan membentuk trend panjang setelah melewati level harga penting. Level ini identik dengan aturan fibonanci, support resisten, ataupun pivot point. Paull tidak mengatakan secara detail mengenai level ini.

Dalam tradingnya, Paull selalu menerapkan MM. Trader profesional memang menerapkan management. Dikatakan setiap hari ia akan selalu menargetkan loss ataupun profitnya. Jika memang loss atau profit sudah sesuai target maka dia tak akan open posisi lagi. Yang paling menarik adalah Paul tak segan-segan untuk menutup posisi bila memang transaksinya salah. Prinsipnya seorang trader harus memiliki dasar transaksi, bukan opini. Contoh jika harga melawan transaksi, sedangkan market telah memperlihatkan signal lain dan Anda tetap berpegang teguh tidak menutup posisi maka hal ini identik dengan opini. Jadi semakin kuat opini trader, semakin tidak rela melakukan close posisi. “Itu kuncinya”, tegas Paull.

Ketika posisi memang salah, ia selalu mencari penyebabnya. Bukan langsung menutup saat itu, dicarilah kenapa market melawan transaksi. Bila memang ada bukti-bukti yang mendukung kesalahannya maka transaksi tersebut pasti akan ditutup. Disini kita melihat harga yang melawan belum tentu sebuah kesalahan. Paull selalu mencari penyebab dari perlawanan tersebut hingga akhirnya keputusan untuk keluar posisi dilakukan.

Tidak dapat dibantah, Paul Rotter adalah salah satu seorang scalping trader sukses di muka bumi ini. itulah dua tokoh yang sangat tenar dalam dunia trading dengan menggunakan cara scalping, sekian ulasan dari trik menghasilkan uang semoga benguna bagi kita semua.


Trading Forex Paul Rotter

Belajar Trading Forex dari Paul Rotter
profesional dunia. Nama Paul Rotter semakin dikenal dunia belakangan karena kesuksesannya dalam dunia investasi. Dalam waktu 3 bulan, Paul Rotter mampu mengembangkan modal 526.00 dollar menjadi 6.500.000 dollar. Keberhasilan ini tentunya bukan karena keberuntungan semata, melainkan juga dengan kerja keras, usaha serta penerapan strategi yang diubah menjadi sebuah peluang yang menghasilkan profit.

Paul Rotter memulai karir tradingnya ketika tengah menjalani magang sebagai bankir di Bank Jerman, Munich. Saat magang, Rotter selalu beraktivitas di trading room di HypoVereinsbank. Kegiatan utama yang dilakukan oleh Rotter adalah memasukkan eksekusi trading ke sistem komputer klien bank. Kemudian ia pidah ke Frankfurt untuk bekerja di Daiwa Securities sebagai trader junior. Jadi Paul Rotter masih belum trading sendiri pada saat itu, ia hanya belajar sambil melakukan.

Paul Rotter juga memiliki mentor ketika berada di Daiwa. Kendati demikian ia tetap melakukan sebagaian besar tradingnya sendiri. Mentor tersebut memberikan arahan seperti menjelaskan tentang chart, aset apa yang dibeli oleh orang dan bagaimana keluar dari pasar. Selebihnya seperti penelaahan analisa teknikal dilakukan oleh Rotter sendiri.

Mentor yang dimiliki oleh Rotter tidak menggunakan indikator melainkan mengikuti opininya sendiri. Mentor Rotter juga mengajarkan bagaimana membaca psikologi pasar. Rotter saat itu juga sering melakukan trading dalam jumlah yang banyak bahkan sampai 100 kali trading dalam satu hari.
Tools yang Digunakan Paul Rotter

Paul Rotter merupakan salah satu legend yang dikenal berkat kesuksesannya melakukan sclaping obligasi di pasar Jerman. Pada puncak karirnya, Paul Rotter yang memiliki julukan The Most Successful Scalper mentrading antara 100,000 – 200,000 kotrak hingga 1 juta kontrak dalam sehari. Oleh karena itu, walau fokusnya bukan pada pasar forex namun keahliannya menarik para trader forex, terutama yang memfavoritkan Scalping.
Sayangnya, saat ini Rotter sudah banyak berubah dalam trading bahkan berhenti trading dengan jangka pendek dan hanya trading setiap beberapa tick. Paul Rotter mengatakan bahwa Scalping memiliki potensi masalah dengan regulasi dan evolusi trading algoritma di luar sana.

Pada masa trading Scalpingnya, Rotter selalu menggunakan analisa teknikal untuk membaca psikologi pasar. Tools analisa utama yang banyak digunakan sejak awal tradingnya 20 tahun adalah Poin and Figure Chart. Paul Rotter memilih menggunakan Trend Line serta Support dan Resistance saat ini walaupun di awal ia sempat menggunakan indikator teknikal seperti RSI. Menurutnya indikator teknikal seperti RSI, MACD tidak membantu dalam trading jangka pendek (scalping) dan hal yang terpenting adalah memperhatikan perilaku pasar pada kisaran level support dan resisten.

Pada masa intensnya melakukan trading, Rotter mencoba sering istirahat secara reguler. Ia memilih duduk di meja trading pada pukul 8 AM karena menganggap waktu itu adalah saat pembukaan pasar yang menarik. Kemudian Rotter akan trading lagi 2-3 jam di pagi hari. Kemudian trading lagi saat pasar AS buka pada pukul 02.20-02.30 PM. Pada saat itu pasar buka dan banyak data ekonomi dirilis. Pukul 5 PM pasar trading AS sudah berakhir karena pasar tunai Eropa telah tutup. Namun saat ini waktu tradingnya lebih panjang.

Tips Trading Sukses ala Paul Rotter

Saat Paul Rotter melakukan trading, ia memiliki seseorang yang akan memantau profit dan loss yang didapatkan. Jika Rotter sudah mengalami kerugian hingga jumlah tertentu maka ia harus menyesuaikan position size anda. Jika anda masih mengalami kerugian yang bahkan lebih besar, maka matikan komputer anda dan mencari udara segar. Ini merupakan cara disiplin yang sangat penting untuk di jaga agar mental emosi anda tidak meledak. Ketika anda mengalami kerugian, maka jangan mencoba mendapatkan kembali uang anda. Kebanyakan trader akan marah ketika uangnya hilang. Padahal, ketika kita mengalami kerugian setelah mengikuti strategi maka anggap saja anda sedang tidak beruntung.

Satu waktu Paul Rotter pernah trading pada waktu yang tidak seharusnya dan berada pada kondisi pasar yang tidak dikuasi sehingga merugi. Dalam sitauasi seperti ini, trader harus memiliki money management yang ketat, kurangi (lot) size anda atau berhenti trading untuk sementara.
Paul Rotter: Profil Trader Sukses Mantan Scalper
Paul Rotter merupakan salah satu legenda yang dikenal berkat kesukaannya melakukan Scalping di pasar obligasi Jerman. Di puncak karirnya, figur berjuluk The Most Successful Scalper ini mentradingkan antara 100,000-200,000 kontrak hingga 1 juta kontrak dalam sehari. Karenanya, meski fokusnya bukan pada forex, tetapi keahliannya menarik perhatian para trader forex, khususnya di kalangan pecinta Scalping.

Kini, Paul Rotter tinggal di Singapura dan mengelola perusahaan dana investasinya sendiri, Rotter Invest, dengan menggunakan strategi jangka menengah dan panjang. Namun, banyak pihak tentu ingin tahu bagaimana pengalamannya selama menjadi Scalper, tools apa saja yang digunakannya untuk trading, bagaimana menjadi trader sukses, serta yang paling penting: mengapa ia berhenti menjadi Scalper? Berikut ini merupakan kutipan dari wawancara Paul Rotter dengan Justin Pugsley untuk MahiFX. Barangkali, ada banyak petunjuk yang bisa dipetik dari pengalamannya.

Awal Karir Paul Rotter Sebagai Trader

JP: Paul, bisakah Anda beritahu sedikit pada saya mengenai bagaimana Anda mengenal trading, serta gaya trading Anda?

PR: Saya mulai trading sekitar 20 tahun lalu, ketika saya magang untuk menjadi bankir di sebuah bank Jerman di Munich. Saat magang, saya sudah setahun beraktivitas di trading room di HypoVereinsbank di Munich. Kegiatan saya utamanya memasukkan eksekusi trading ke sistem komputer untuk klien-klien bank. Kemudian saya pindah ke Frankfurt untuk bekerja di Daiwa Securities sebagai trader junior dan belajar trading sambil melakukannya. Saya masih belum trading sendiri pada tahap ini. Jadi, saya mulai trading kontrak-kontrak kecil pada DAX (Indeks Pasar Saham Jerman) selama sekitar 6 bulan, sebelum saya pindah ke pasar obligasi.

JP: Dan bagaimana hasilnya?

PR: Sebenarnya, saya mendapat untung sejak awal; tidak setiap hari untung, tetapi saya tak pernah mengalami sebulan kalah dalam dua tahun bekerja di Daiwa. Pasar sangat mudah saat itu, tetapi Anda tak bisa melakukannya semudah itu sekarang. Dulu trading elektronik belum mengemuka, sedangkan sekarang ada sistem algoritmik dan banyak trader otomatis menghubungkan server langsung dengan bursa sehingga bisa bereaksi lebih cepat daripada orang yang trading secara manual. Contohnya sistem trading arbitrase, dulu masih jarang yang menggunakannya, tetapi sekarang semua trading algoritmik sudah memperhitungkannya Di Daiwa, saya trading dengan ukuran kecil-kecil, yang mudah untuk ditutup, sehingga saya punya fleksibilitas. Utamanya, saya melakukan directional trading.

JP: Saat berada di Daiwa, apakah Anda memiliki mentor?

PR: Ya, ada satu, walaupun dia bukan sungguh-sungguh membimbing saya. Saya melakukan sendiri penelaahan analisa teknikal, dan dia adalah pimpinan trading desk yang profit hampir setiap hari. Sebenarnya, (berbeda dengan saya) dia tidak melihat indikator apapun, tetapi mengikuti opininya sendiri. Dia akan menjelaskan pada saya di atas chart, mengenai apa-apa yang dibeli orang-orang dan dimana mereka harus keluar dari pasar. Jadi, yang saya pelajari darinya adalah psikologi pasar dan bagaimana cara membacanya. Saat itu, dia tak pernah trading banyak-banyak. Sedangkan saya adalah tipe orang yang trading banyak sekali, kadangkala hingga 100 kali trading dalam sehari. Dia akan menggelengkan kepala mengatakan, kamu akan cepat tua dengan trading seperti itu. Namun demikian, saya belajar banyak darinya tentang psikologi pasar. Tools Yang Digunakan Dan Mengapa Berhenti Scalping

JP: Bisakah berikan beberapa insight tentang tools dan strategi yang Anda gunakan?

PR: Saya sudah banyak berubah dalam beberapa tahun ini dan saya sudah berhenti trading pada jangka waktu yang sangat pendek, dimana saya trading setiap beberapa tick. Saya berhenti Scalping, selain karena berpotensi bermasalah dengan regulasi, juga karena evolusi trading algoritmik di luar sana. Sekarang ada pemeriksaan FBI terhadap trading algoritmik karena apa yang dilakukan trader algoritmik adalah manipulasi pasar, tetapi entah kenapa itu legal. Sedangkan jika saya (trading manual) membuka order sekarang lalu segera membatalkannya, maka saya akan dituduh memanipulasi pasar. Padahal mereka (trader algoritmik) melakukannya dalam hitungan mikro-detik dengan laju 100,000 kali per hari, mengeksekusi lalu membatalkan order, dan tak ada yang menghalangi mereka. Jadi, karena alasan-alasan ini, sekarang saya melakukan lebih banyak trading jangka menengah dan panjang di berbagai pasar, dan tidak hanya berkonsentrasi pada obligasi saja. Namun, (sejak dulu hingga sekarang) saya selalu menggunakan analisa teknikal. Saya tak pernah menjadi pengikut fundamental, kecuali untuk rilis berita. Saya selalu mengikuti teknikal dan mencoba membaca psikologi pasar. Tools analisa teknikal utama yang saya gunakan adalah Point and Figure Chart . Saya sudah menggunakannya sejak 20 tahun yang lalu, jadi ini yang paling penting bagi saya.

JP: Jadi, apakah Anda menggunakan indikator-indikator seperti RSI, MACD, dan tools lain seperti Trend Line serta Support and Resistance?

PR: Trend Line dan Support and Resistance , ya. Namun, saya sudah berhenti menggunakan semua indikator lainnya seperti RSI; walaupun saya menggunakannya 20 tahun yang lalu, tetapi saya tak pernah benar-benar mengandalkan mereka. Untuk jangka sangat pendek (Scalping), indikator-indikator itu tak benar-benar membantu. Yang penting adalah perilaku pasar di sekitar level support dan resisten.

Kemungkinan Sukses Scalping Forex

JP: Kembali lagi ke trading jangka pendek. Dengan berbagai platform trading algoritmik di pasar saat ini, apakah menurut Anda sekarang tidak mungkin bagi trader kecil untuk mendapatkan uang dari Scalping forex?

PR: Jika saya mulai trading hari ini, saya kira saya juga akan menggarap forex, karena akan sangat mudah untuk melakukan Scalping beberapa pips di sini dan di sana, terutama setelah sejumlah rilis berita atau setelah pidato seseorang. Pasar forex bisa jadi sangat choppy. Namun, tentu saja, Anda harus bisa "merasakan" pasar. Jika Anda menempatkan order pada kisaran 5-10 tick, kemudian memenuhi harga bid dan offer dalam kondisi seperti ini, maka tentu Anda harus menempatkan Stop Loss ketat. Bagi trader kecil, mungkin mereka tidak bisa melihat kemana arah pasar bergerak, tetapi mereka bisa menggunakan volatilitas jangka pendek untuk Scalping.

JP: Pernahkah Anda trading forex?

PR: Saya tidak sungguh-sungguh trading forex, tetapi saya terlibat di dalamnya untuk Money Management. Saya mentradingkannya untuk pergerakan jangka pendek, seperti breakout , tetapi forex tidak mudah untuk trading dalam jangka waktu lebih panjang. Karena akan ada berita tertentu, atau pidato seseorang, dan pasar bergerak sepenuhnya ke arah berlawanan.

Ritual Trading Paul Rotter

JP: Seperti apa hari trading Anda biasanya?

PR: Di masa lalu (ketika intensif trading), saya akan coba beristirahat secara reguler. Saya akan duduk di meja trading pukul 8 AM (Waktu Eropa Tengah) karena saya suka pembukaan pasar, yang selalu menarik. Lalu trading 2-3 jam di pagi hari. Kemudian trading lagi saat pasar AS buka pukul 2.20-2.30 PM (Waktu Eropa Tengah). Pasar buka dan beberapa data ekonomi dirilis. Pada pukul 5 PM, biasanya sudah berakhir, karena pasar tunai tutup di Eropa. (Namun) sekarang mereka sudah memperpanjang waktu trading untuk pasar-pasar ini.

JP: Jadi, bagaimana dengan sekarang? Anda datang ke kantor, membaca berita, menengok data yang dirilis, dan lain-lain...lalu kemudian menyiapkan kampanye trading Anda?

PR: Tidak, saya tak pernah sungguh-sungguh merencanakan kampanye trading. Tentu saya melihat chart, dan jika ada level besar yang bagus saat pembukaan, maka mungkin saya akan merencanakan sesuatu. Namun, jika tidak ada level spesial, maka saya takkan melakukan apa-apa. Saya bisa trading dari kondisi tak ada (berita) apa-apa, cukup beri saya komputer dan beberapa chart. Meskipun misalnya saya melihat ada beberapa berita yang dijadwalkan naik, saya tetap bisa trading. Saya tak sungguh-sungguh harus mempelajari segalanya untuk trading, tetapi tentu saja lebih baik jika menyiapkan diri. Jadi, biasanya, saya punya chart, dan saya punya newsfeed, dan squawk box (jendela chat). Penting bagi saya untuk mengetahui berita apa yang akan datang, rumor apa yang beredar, dan seterusnya. Ini karena saya suka trading menyendiri, terpisah dari trader lain. Saya lebih mudah berkonsentrasi kalau sendiri.

Tips Untuk Sukses Menurut Paul Rotter

JP: Menurut Anda, apa yang membedakan trader yang sukses setengah-setengah saja, dengan trader yang benar-benar sukses?

PR: Saya kira semua orang akan mengatakan perbedaannya pada disiplin dan Money Management, yang sebenarnya sangat sulit dilakukan. Bertahun-tahun lalu saat berada di Daiwa dan bahkan saat saya pergi dengan beberapa partner lain, kami akan punya seseorang untuk memantau Profit dan Loss kami. Jika Anda sudah mengalami kerugian hingga jumlah tertentu, maka Anda harus menyesuaikan position size Anda, dan jika Anda mengalami kerugian lebih besar lagi, maka Anda harus mematikan komputer. Ketika saya sedang trading sendiri (bukan di Daiwa), tak ada yang mengharuskan disiplin itu. Tetapi jika Anda punya seseorang yang bisa menjaga kedisiplinan, maka itu fantastis, karena sangat penting. Saya ingat saat di Daiwa dan saya mengalami suatu hari buruk, Chief Trader akan mengatakan pada saya agar pergi mencari angin segar.

Ketika Anda punya emosi di kepala (karena merugi), maka Anda tak boleh mencoba mendapatkan kembali uang Anda atau marah. Saya sering marah pada diri sendiri ketika melakukan kesalahan, tetapi faktanya adalah, jika Anda sudah mengikuti strategi dan kalah, maka itu sekedar nasib sial. Kadang-kadang saya trading pada waktu-waktu yang tak seharusnya, karena itu bukan pasar yang saya kuasai. Kemudian saya merugi karenanya. Dalam situasi-situasi itu, Anda harus punya Money Management yang ketat, kurangi (lot) size Anda atau berhenti trading untuk sementara.

Ketika Anda merugi, sebaiknya berhenti dan coba mencari perspektif lain. Sedangkan diantara para trader yang sangat sukses, ada orang-orang yang benar-benar bisa feel the market. Ketika chart mengatakan Anda harus buka long, tetapi ternyata tidak benar-benar naik, mereka akan bertindak melawan logika dan buka posisi di arah berlawanan karena memperkirakan pasar akan bergerak ke arah sebaliknya. Jadi, Anda (juga perlu) fleksibel secara mental.

Perbandingan Scalping vs Trading Jangka Panjang

JP: Menurut Anda, karena Anda sudah melakukan keduanya, apa perbedaan utama secara psikologis antara Scalper dan Trader Jangka Panjang?

PR: Saya kira lebih stressful jika Anda Trader Jangka Panjang, karena posisi yang Anda pegang bisa jadi salah dan pasar tidak bergerak sesuai keinginan Anda. Sesuatu bisa terjadi dalam semalam, dan Anda perlu saraf yang lebih kuat (dibanding Scalper).

JP: Menarik sekali. Anda berkata demikian, padahal orang-orang lain yang sudah berbicara dengan saya, mengatakan Scalping lebih stressful karena banyaknya trading yang dilakukan.

PR: Yah, Anda harus benar-benar menyukai Scalping untuk bisa melakukannya. Scalping tak pernah mempengaruhi detak jantung saya. Untuk bisa melakukannya dengan baik, Anda harus bisa membuat keputusan dengan cepat. Jadi misalnya, kadang-kadang saya akan melakukan Buy, lalu baru melihat berita apa yang menggerakkan pasar. Kalau orang lain, mereka akan baca berita dulu untuk memutuskan apa yang akan dilakukan, tetapi (untuk Scalping) akan terlalu terlambat.

JP: Bagaimana dampak berpindah dari trading jangka pendek ke jangka panjang, bagi profitabilitas Anda?

PR: Ini pertanyaan yang sulit. Ketika saya baru mulai dan (sudah saya beritahu tadi) tidak mengalami kekalahan dalam berbulan-bulan...situasi berubah ketika saya meningkatkan position size. Kadang-kadang saya akan mengalami kerugian besar sekali karena punya posisi berukuran besar. Sekarang, saya pegang posisi dengan ukuran lebih kecil di pasar yang lebih beragam, sehingga boleh jadi tak mengalami lebih banyak fluktuasi Profit dan Loss.

JP: Jadi, Anda menjalankan strategi diversifikasi?

PR: Ya, strategi diversifikasi ini mencegah naik-turun besar pada Profit dan Loss. Sedangkan kalau menggunakan posisi berukuran besar (di pasar tertentu saja) sebagaimana dulu saya lakukan, maka bisa jadi susah untuk exit.

Trader Yang Dikagumi Paul Rotter

JP: Trader mana yang paling Anda kagumi?

PR: Saat baru mulai, saya mengagumi Tom Baldwin yang trading di Chicago Board of Trader, tetapi saya belum mengenal banyak trader saat itu. Saya juga membaca buku-buku seperti "Market Wizards" yang ditulis oleh Jack Schwager, memuat interview dengan banyak trader. Namun tentu saja saya belum pernah berjumpa dengan mereka semua dan hanya membaca saja. Paul Tudor Jones juga seorang trader yang luar biasa.

JP: Buku tentang trading apa yang telah Anda baca dan dapat dikategorikan sebagai yang terbaik?

PR: Tentu saja "Market Wizards", serta beberapa buku lainnya yang ditulis Jack Schwager. Saya juga suka " Technical Analysis of the Financial Markets" oleh John J Murphy. Saya belum baca buku apapun tentang trading baru-baru ini, tetapi 10-15 tahun lalu, saya baca banyak sekali. Beberapa buku yang saya baca tentang Point and Figure Charts sangat saya sukai, tetapi saya lupa judulnya. Buku-buku "Market Wizards" benar-benar bagus. Senang sekali mengenal banyak trader berbeda di beraneka pasar. Menarik sekali mengenal psikologi dan mengetahui gaya-gaya trading berbeda. Saya juga baca buku-buku George Soros, seperti Alchemy of Finance , yang merupakan sebuah buku fantastis. Saran-Saran Paul Rotter

JP: Apa yang akan Anda sarankan bagi orang yang mulai trading hari ini?

PR: Itu tergantung pada apa yang ingin mereka lakukan. Para Scalper kemungkinan orang lapangan, bukan mereka yang menempuh universitas. Bagi orang yang sangat cerdas serta mengenal pasar dan valuasinya, maka saya akan menyarankan untuk tidak Scalping. Dua puluh tahun lalu, Scalping itu fantastis, tetapi saat itu tak ada trading algoritmik. Menurut saya, Scalping adalah bidang yang lebih sulit bagi seseorang yang baru mulai trading sekarang. Sekarang, saya akan merekomendasikan agar orang-orang melakukan trading jangka panjang atau menggunakan pendekatan investasi. Untuk Scalping, saya kira pilihan bagus di beberapa pasar saham Asia yang tidak begitu likuid dan trader algoritmik tak beroperasi, serta pasar forex.

JP: Adakah beberapa pesan terakhir mengenai trading?

PR: Ya, saya akan mengatakan bahwa trading itu benar-benar bukan untuk manusia. Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi. Semua ini berkebalikan dengan bagaimana cara trading yang baik. Jadi, seseorang perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat, sebelum trading. Jika Anda masih memiliki pertanyaan, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahlinya di forum tanya jawab kami. A Muttaqiena Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Baca selengkapnya di: https://www.seputarforex.com/artikel/paul-rotter-profil-trader-sukses-mantan-scalper-281501-31